Tenis
5
Permainan Prediksi
Komunitas
Komentar
Bagikan
Ikuti kami

Basavareddy, dari data scientist menjadi penerima wild card di Australia Open

Basavareddy, dari data scientist menjadi penerima wild card di Australia Open
© AFP
Clément Gehl
le 09/01/2025 à 08h57
2 menit untuk membaca

Nishesh Basavareddy akan bermain di semifinal ATP 250 di Auckland pada hari Jumat melawan Monfils, sebelum bermain di Australia Open, di mana ia mendapat wild card.

Petenis Amerika ini tidak memiliki perjalanan biasa sebagai seorang pemain tenis. Dia sangat jarang bermain di Future dan di sirkuit junior.

Dia sedang mempersiapkan gelar dalam ilmu data di Universitas Stanford.

Namun, pada usia 19 tahun, dia harus memilih antara menyelesaikan studinya atau menjadi pemain tenis profesional.

Basavareddy memilih bola kuning dan menjelaskan pilihannya: “Saya banyak merenungkannya, tetapi saya tahu bahwa berpartisipasi di Jeddah (pada ATP Next Gen Finals) dan mendapatkan wildcard untuk Australia Open akan membuat keputusan ini menjadi mudah.

Mengetahui bahwa saya hampir masuk ke top 100 dan bisa bermain di turnamen besar mendorong saya untuk menjadi profesional, meskipun meninggalkan tim Stanford saya (tenis perguruan tinggi) tidaklah mudah.

Saya berbicara dengan agen saya, pelatih Stanford, dan Rajeev Ram, yang membantu saya memahami apa yang perlu dipersiapkan saat menjadi profesional.

Mendapatkan hasil yang baik di level Challenger setelah US Open membuat saya melihat bahwa saya dapat mempertahankan level ini secara konsisten, minggu demi minggu.

Saya melihat permainan saya mengalami perkembangan yang konstan sepanjang tahun.

Selama saya berada di sirkuit, saya tidak akan bisa belajar karena Stanford tidak mengizinkan kelas online. Namun, begitu karier saya selesai, saya pasti akan kembali untuk menyelesaikan gelar saya, masih ada sekitar 15 bulan tersisa.

Menjadi profesional adalah langkah besar ke depan, tetapi mengetahui bahwa saya selalu memiliki jaring pengaman dari universitas.

Inilah salah satu alasan saya pergi ke Stanford, sebenarnya: saya selalu memiliki itu di sana, baik untuk setelah karier atau jika saya ingin mengejar sesuatu di luar tenis.

Saat ini, perasaan saya di sirkuit adalah kegembiraan, bukan kecemasan.”

Petenis Amerika ini akan menghadapi Novak Djokovic di putaran pertama Australia Open.

Nishesh Basavareddy
239e, 230 points
Monfils G
Basavareddy N • Q
7
6
6
4
Djokovic N • 7
Basavareddy N • WC
4
6
6
6
6
3
4
2
Australian Open
Australian Open
Undian
Komentar
Kirim
Règles à respecter
Avatar
Investigasi + Semua
Misi PTPA Reformasi Tenis: Djokovic Mundur Dramatis, Masa Depan Asosiasi Pembela Pemain Tak Pasti
Misi PTPA Reformasi Tenis: Djokovic Mundur Dramatis, Masa Depan Asosiasi Pembela Pemain Tak Pasti
Adrien Guyot 17/01/2026 à 11h20
Lahir dari Impian Keadilan Pemain, PTPA Kini Jadi Medan Perang Hukum. Gugatan Lawan ATP dan Kepergian Novak Djokovic Jadi Titik Balik Besar, Vasek Pospisil Tetap Berharap Perubahan Historis
Survei Penggemar Tenis: Grand Slam Kuasai Hati Fans, Sinner Pemain Favorit, Surface Mana Terpopuler?
Survei Penggemar Tenis: Grand Slam Kuasai Hati Fans, Sinner Pemain Favorit, Surface Mana Terpopuler?
Arthur Millot 10/01/2026 à 13h15
Jutaan Fans, 4 Grand Slam Ikonik, dan Passion yang Membara: Survei Ungkap Apa yang Bikin Hati Penggemar Tenis Degup Kencang
Australian Open: Panas Ekstrem Jadi Musuh Utama Para Pemain Grand Slam Pertama
Australian Open: Panas Ekstrem Jadi Musuh Utama Para Pemain Grand Slam Pertama
Jules Hypolite 10/01/2026 à 17h02
Lapangan Jadi Tungku Neraka, Pemain Ambruk dan Polemik Meledak: Australian Open Hadapi Tantangan Iklim Ekstrem
Rekor 0-20 Monfils vs Djokovic: Rahasia Musuh Bebuyutan di Tenis
Rekor 0-20 Monfils vs Djokovic: Rahasia Musuh Bebuyutan di Tenis
Adrien Guyot 10/01/2026 à 11h37
Di dunia tenis, setiap pemain punya lawan yang seolah punya kekuatan khusus, menjadi bête noire sejati. Duel ini sering kali menunjukkan performa di bawah ekspektasi, ungkap dinamika psikologis mendalam.