Tenis
5
Permainan Prediksi
Komunitas
Komentar
Bagikan
Ikuti kami

Wuhan: Pegula ke Final Setelah Pertarungan Sengit Melawan Sabalenka

Wuhan: Pegula ke Final Setelah Pertarungan Sengit Melawan Sabalenka
© AFP
Arthur Millot
le 11/10/2025 à 14h27
1 menit untuk membaca

Terpojok 2-5 di set ketiga, Jessica Pegula melakukan comeback spektakuler untuk mengalahkan Aryna Sabalenka, petenis peringkat 1 dunia.

Ada kemenangan yang terasa berbeda dari yang lain. Tertinggal 2-5 di set penentu, berhadapan dengan Aryna Sabalenka, pemain nomor 1 dunia yang sedang dalam rekor 20-0 di Wuhan, petenis Amerika berusia 31 tahun itu menggali seluruh kekuatan mental dan fisiknya untuk menciptakan kebangkitan dramatis: 2-6, 6-4, 7-6, di akhir duel berintensitas tinggi.

Dengan kemenangan ini, Pegula mencapai final WTA 1000 ketujuhnya, yang kedua musim ini, memperkuat status yang sering kali diremehkan. Sekaligus ia menjadi petenis ketiga berusia 30 tahun atau lebih yang berhasil mencapai beberapa final tingkat WTA 1000 dalam musim beruntun, menyusul Martina Navratilova dan Serena Williams. Luar biasa.

Sebelum pertandingan ini, Sabalenka hampir tak terkalahkan di Wuhan. Tiga gelar. Dua puluh kemenangan beruntun. Rekor sempurna. Tapi malam ini, ia menemukan lawan yang lebih tangguh mental, lebih tenang, dan lebih oportunis. Meski mendominasi set pertama dan unggul nyaman di set penentu, petenis Belarusia itu ambruk di momen paling krusial.

Di final, Pegula akan berhadapan dengan rekan senegaranya sekaligus petenis peringkat 3 dunia: Cori Gauff. Pegula unggul 4-2 dalam rekor pertemuan langsung mereka.

Aryna Sabalenka
1e, 10675 points
Jessica Pegula
5e, 6768 points
Sabalenka A • 1
Pegula J • 6
6
4
6
2
6
7
Pegula J • 6
Gauff C • 3
4
5
6
7
Wuhan
Wuhan
Undian
Komentar
Kirim
Règles à respecter
Avatar
Investigasi + Semua
Umur 16 Taun Lawan Top 50 lan Semangat Brasil: Rio Ngungkap Fenomena Carlos Alcaraz
Umur 16 Taun Lawan Top 50 lan Semangat Brasil: Rio Ngungkap Fenomena Carlos Alcaraz
Jules Hypolite 21/02/2026 à 17h21
Sadurungé Dadi Nomor 1 Dunia lan Juara Empat Grand Slam, Carlos Alcaraz Ngalami Malam Pembukaan ing Rio. Umur 16 Taun, Dheweké Mènèhi Kabeh: Semangat, Variasi, lan Kapercayaan. Mbalik ndelok Pertandhingan Sing Ndadosaken Kabeh.
Rio: Turnamen Tennis Paling Endah ing Dunya?
Rio: Turnamen Tennis Paling Endah ing Dunya?
Arthur Millot 21/02/2026 à 12h59
Wiwit 2014, Rio Open dadi permata sirkuit ATP, nyampur dekor impen, semangat rakyat, lan prestasi olahraga.
Jules Hypolite 14/02/2026 à 17h02
Diego Schwartzman: Genius 170 cm sing Ngécoh Norma Ténis Modern
Diego Schwartzman: Genius 170 cm sing Ngécoh Norma Ténis Modern
Arthur Millot 14/02/2026 à 13h02
Ing donya raksasa sing ngatur, Diego Schwartzman mbuktekaké ténis liyané bisa ditindakké.