Istilah Fan Week semakin populer di dunia olahraga. Dengan tujuan menghidupkan tenis dan membuatnya menarik di mata semua kalangan, acara yang kini menjadi elemen penting di beberapa turnamen besar ini menikmati kesuksesan yang terus bertumbuh.
Lama dianggap sebagai sekadar hidangan pembuka sebelum pertunjukan utama, minggu kualifikasi kini menjelma menjadi acara penuh. Di antara emosi mentah, inovasi spektakuler, dan rekor kehadiran, Opening Week mengguncang pakem tenis dunia.
Pada 1973, Billie Jean King melakukan lebih dari sekadar mengalahkan Bobby Riggs: ia meruntuhkan sebuah simbol. Lima dekade kemudian, "Pertarungan Antar Jenis Kelamin" lahir kembali lewat Aryna Sabalenka dan Nick Kyrgios, tetapi kali ini, pertarungan itu tampaknya telah kehilangan ruhnya.
Media sosial telah membuka era baru bagi tenis: era ketika popularitas dibangun sama kuatnya di lapangan maupun di Instagram. Namun, sejauh mana pencarian visibilitas ini dapat berlangsung tanpa mengguncang keseimbangan para pemain?
Antara debut Australia di kandang sendiri, pertarungan sengit Rinderknech–Wawrinka, dan langkah pertama Amerika Serikat, hari kedua United Cup menjanjikan emosi yang kuat.
Hari pertama, kejutan pertama: Spanyol, yang dipimpin oleh Munar dan Bouzas Maneiro, kalah dari Argentina yang menyerang. Baez dan Sierra memberikan awal yang ideal bagi negara mereka di United Cup 2026 ini.
Jumat 2 Januari, United Cup Memberikan Tanda Start Musim Tenis 2026. Di Antara Kembalinya Osaka, Semangat Sakkari, dan Kehadiran Tsitsipas, Jam-Jam Pertama Kompetisi Sudah Terlihat Menegangkan.