Rebecca Marino
Ikuti Berhenti mengikuti
- Tanggal lahir
- 16 Desember 1990
- Tempat Lahir
- Toronto
- Tinggi
- 183 cm
- Penghasilan
- 2,542,422 $
Rebecca Marino adalah seorang pemain tenis profesional asal Kanada yang dikenal dalam dunia tenis internasional. Ia mendapatkan perhatian publik ketika berhasil mencapai peringkat tinggi di Women's Tennis Association (WTA) dan menunjukkan potensi yang luar biasa di usia muda.
Prestasi profesional Marino cukup mengesankan. Dia memenangkan beberapa gelar di tingkat ITF, yang membantu meningkatkan peringkatnya di dunia tenis. Pada tahun 2011, dia mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya yaitu nomor 38 dunia. Marino juga tampil kuat di berbagai turnamen Grand Slam. Salah satu capaian terbaiknya datang pada Australia Open 2011 saat dia mencapai babak ketiga. Selain itu, dia mencapai final di WTA Tour di Memphis pada tahun 2011, menunjukkan bahwa dia bisa bersaing di level tertinggi.
Di bawah pembinaan beberapa pelatih sepanjang kariernya, termasuk Guillaume Marx dan Simon Larose, Marino mampu mengembangkan permainannya dan tetap kompetitif di tengah persaingan yang ketat. Pelatih-pelatih ini berperan penting dalam membantu Marino memaksimalkan potensi atletiknya dan mengarahkan strategi permainan yang tepat.
Secara pribadi, Rebecca Marino lahir dan dibesarkan di Vancouver, Kanada, dalam keluarga yang mendukung karier tenisnya sejak awal. Sedikit yang diketahui tentang kehidupan asmaranya, karena dia cenderung menjaga bagian ini dari sorotan media. Keluarganya memainkan peran besar dalam mendukung perjalanan kariernya, selalu berada di sisinya di kala senang maupun sulit.
Fakta menarik tentang Marino adalah, selain tenis, dia memiliki cinta yang mendalam pada olahraga mendayung dan bahkan sempat mempertimbangkan untuk mengejar karier di bidang tersebut ketika dia istirahat dari dunia tenis. Dia kembali ke tenis beberapa tahun kemudian dengan semangat yang diperbarui dan cinta yang terus tumbuh untuk permainan ini.
Sebagai tambahan, dia dikenal karena keterlibatannya dalam advokasi kesehatan mental, berbicara secara terbuka tentang tantangan pribadinya dan memberikan inspirasi bagi banyak orang yang menghadapi masalah serupa.
Fakta lucu lainnya adalah Marino pernah bercanda bahwa jika tidak bermain tenis, dia mungkin akan menjadi seorang pemain biola, menunjukkan sisi humoris dan fleksibilitasnya dalam mengembangkan bakat di luar dunia olahraga.
Prestasi profesional Marino cukup mengesankan. Dia memenangkan beberapa gelar di tingkat ITF, yang membantu meningkatkan peringkatnya di dunia tenis. Pada tahun 2011, dia mencapai peringkat tertinggi dalam kariernya yaitu nomor 38 dunia. Marino juga tampil kuat di berbagai turnamen Grand Slam. Salah satu capaian terbaiknya datang pada Australia Open 2011 saat dia mencapai babak ketiga. Selain itu, dia mencapai final di WTA Tour di Memphis pada tahun 2011, menunjukkan bahwa dia bisa bersaing di level tertinggi.
Di bawah pembinaan beberapa pelatih sepanjang kariernya, termasuk Guillaume Marx dan Simon Larose, Marino mampu mengembangkan permainannya dan tetap kompetitif di tengah persaingan yang ketat. Pelatih-pelatih ini berperan penting dalam membantu Marino memaksimalkan potensi atletiknya dan mengarahkan strategi permainan yang tepat.
Secara pribadi, Rebecca Marino lahir dan dibesarkan di Vancouver, Kanada, dalam keluarga yang mendukung karier tenisnya sejak awal. Sedikit yang diketahui tentang kehidupan asmaranya, karena dia cenderung menjaga bagian ini dari sorotan media. Keluarganya memainkan peran besar dalam mendukung perjalanan kariernya, selalu berada di sisinya di kala senang maupun sulit.
Fakta menarik tentang Marino adalah, selain tenis, dia memiliki cinta yang mendalam pada olahraga mendayung dan bahkan sempat mempertimbangkan untuk mengejar karier di bidang tersebut ketika dia istirahat dari dunia tenis. Dia kembali ke tenis beberapa tahun kemudian dengan semangat yang diperbarui dan cinta yang terus tumbuh untuk permainan ini.
Sebagai tambahan, dia dikenal karena keterlibatannya dalam advokasi kesehatan mental, berbicara secara terbuka tentang tantangan pribadinya dan memberikan inspirasi bagi banyak orang yang menghadapi masalah serupa.
Fakta lucu lainnya adalah Marino pernah bercanda bahwa jika tidak bermain tenis, dia mungkin akan menjadi seorang pemain biola, menunjukkan sisi humoris dan fleksibilitasnya dalam mengembangkan bakat di luar dunia olahraga.
Semua
Victory/Loss
17
6
11
35%
200
109
91
55%
33
18
15
55%
∑
250
133
117
53%
Titles
1 WTA 125
1x WTA 125
- Midland2024
2 W 100
2x W 100
- Irapuato2024
- Ilkley2024
1 W 75+H
1x W 75+H
- Calgary2024
1 W 60
1x W 60
- Arcadia2022
Performances
2024 Midland • WTA 125 2024 Ilkley • W 100 2024 Irapuato • W 100 2024 Calgary • W 75+H 2022 Arcadia • W 60 2011 Final,Memphis • WTA 250 2025 Final,Ilkley • WTA 125 2022 Final,Irapuato • W 60+H 2022 Final,Cancun • W 25 2022 Semifinal,Tampico • WTA 125 2025 Semifinal,Mumbai • WTA 125 2024 Semifinal,Tampico • WTA 125 2023 Semifinal,Granby • W 100 2024 Semifinal,Lexington • W 75 2026 Semifinal,Columbus • W 50 2024 Semifinal,Morelia • W 50 2022 Semifinal,Cancun • W 25 2022 Babak ketiga,US Open • Grand Slam 2011 Babak ketiga,Roland Garros • Grand Slam 2021 Babak ketiga,National Bank Open • WTA 1000 2023 Perempat final,Birmingham • WTA 250 2022 Perempat final,Chennai • WTA 250 2022 Perempat final,Granby • WTA 250 2022 Perempat final,Washington • WTA 250 2018 Perempat final,Québec • WTA 250 2011 Perempat final,Québec • WTA 250 2011 Babak ketiga,Birmingham • WTA 250 2010 Perempat final,Québec • WTA 250 2024 Perempat final,Guadalajara • WTA 125 2025 Perempat final,Tokyo • W 100
Berita lebih banyak