"Hari Itu, Semuanya Berubah": Sue Barker Menceritakan Wawancara yang Mengubah Citra Andy Murray
Pada 2012, air mata Andy Murray, yang dikalahkan di final Wimbledon oleh Roger Federer, telah menyentuh dunia tenis. Saat itu, Murray berusaha menjadi pemain Inggris pertama yang menang di rumput London sejak Fred Perry pada 1936.
"Wawancara ini mengubah opini orang"
Hadir di lapangan untuk melakukan wawancara selama upacara piala, Sue Barker menceritakan kembali untuk Herald momen penuh emosi yang mengubah reputasi orang Skotlandia itu:
"Orang-orang selalu membicarakan wawancara itu. Itu benar-benar mengubah pandangan banyak orang tentang Andy Murray. Itu adalah momen yang sangat sulit bagi saya.
Biasanya, ketika saya mewawancarai seseorang dan melihat air mata mulai menggenang, saya lebih suka mengakhiri dengan mengatakan 'Kami berharap yang terbaik, kami tidak sabar untuk melihat Anda lagi tahun depan' dan membiarkannya pergi.
Tidak ada yang ingin menangis tersedu-sedu di depan ratusan juta penonton televisi di seluruh dunia.
Tapi wawancara dengan Andy pada 2012 itu berbeda, karena saya merasa dia benar-benar ingin berbicara. Ketika saya mengatakan kepadanya bahwa dia tidak harus melakukannya, dia menatap saya dan menjawab: 'Tidak apa-apa.'
Pada akhirnya, saya hanya mengulurkan mikrofon kepadanya, meskipun saya bertanya-tanya apakah saya melakukan hal yang benar. Tapi emosi meluap, dan semua orang bisa melihat betapa pentingnya hal itu baginya.
Sebelum hari itu, banyak yang mengira dia cukup keras, tetapi wawancara ini mengungkapkan sisi Andy yang jauh lebih lembut, dan itu benar-benar mengubah opini orang tentang dirinya."